lithopedion

Lithopedion | Janin Menjadi Batu di Dalam Tubuh Sang Bunda

Diposting pada

VIPPELANGI – Apa itu Lithopedion? Lithopedion dalam bahasa Yunani Kuno berarti bayi batu. Dimana Lithopedion ini adalah suatu fenomena langka ketika janin meninggal dunia saat sang ibu mengalami kehamilan abdominal dan bayi tersebut mengeras layaknya batu. Bukan karena ada kutukan dan semacamnya, tetapi kita harus memahami dahulu kenapa lithopedion bisa tercipta. Biasanya janin mengalami pertumbuhan di dalam uterus sang bunda. Namun ada beberapa sebab yang menyebabkan janin malahan berada diluar uterus, dan pastinya janin tidak akan bertahan lama.

Jika kasus ini terjadi, normalnya, janin akan diserah kembali oleh tubuh. Nah, di kasus lithopedion ini, janin sudah berukuran terlalu besar untuk diserap kembali oleh tubuh. Maka akibat yang terjadi ialah tubuh memperlakukan janin sebagai benda asing yang bisa menjadi sarang bakteri berbahaya. Karena janin tidak dapat dikeluarkan secara alamiah, tubuh pun melakukan tindakan antisipasi yakni menyelimuti janin dengan lapisan kalsium. Sehingga janin seolah-olah menjadi patung. Layaknya kerang mutiara yang menyelimuti benda asing dengan lapisan mutiara yang keras.

Bagi sang bunda yang sedang mengandung ini, beliau merasa ada semacam benda asing besar seperti batu yang ada di dalam tubuhnya. Ada pula ibu yang mengandung bayi batu ini mencapai 50 tahun lamanya. Bayangkan sudah sekeras apa batunya di dalam tubuh sang bunda.

KASUS LITHOPEDION

kasus lithopedion

Kasus ini merupakan kasus yang langka yang ada di dunia. Bahkan sampai saat ini, baru ada total 300 kasus yang diketahui oleh manusia dimana salah satunya sudah pernah terjadi sejak masa prasejarah. Fosil bayi batu tertua diketahui berusia 3.100 tahun dan ditemukan di Amerika Serikat bagian Selatan, Texas. Sebuah penelitian oleh seorang arkeolog yang menemukan bayi batu ini juga mengemukakan bahwa anggota badan si bayi mengeras dan diselimuti lapisan kalsium yang tebal.

Kasus lithopedion ini baru mulai di lakukan penelitian secara mendetail oleh praktisi medis pada abad ke 16. Kasus yang paling diingat ialah kasus yang menimpa Colombe Charti di kota Sens, Perancis, tahun 1554. Dimana Colombe Charti sedang mengandung anak pertamanya, dan pada saat hendak melahirkan anaknya, malah anaknya tidak mau keluar. Tiga tahun kemudia, beliao merasakan sakit yang aneh di perut.

28 tahun kemudian, Colombe Charti pun meninggal dunia. Suami Colombe Charti pun memanggil dokter bedah untuk memeriksa tubuh istrinya. Dokter bedah menemukan benda keras beberntuk bulat di dalam tubuh Charti. Pada awalnya, dokter mengira benda asing tersebut adalah tumor, namunsaat kulit luar benda tersebut dipecah, dokter menemukan sosok bayi perempuan tengah terbujur kaku di dalam tubuh Colombe Charti.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi dibagian medis, kasus lithopedion ini perlahan-lahan mulai menemukan titik terang. Dengan teknologi ultrasonografi dan uji pra kelahiran, masalah atau penyimpangan yang terjadi di masa kehamilan dapat di deteksi dan kasus bayi batu ini dapat terhindari sebelum benar-benar terjadi.

Beberapa jasad bayi batu ini disimpan di meseum dan universitas untuk keperluan pembelajaran. Agar masyarakat tahu kalau ada kasus bayi batu ini di dunia dan bisa terjadi di dalam tubuh manusia. Semoga kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi di zaman yang sudah modern ini. Kunjungi juga situs kartu online dengan pelayanan terbaik kami disini.

BACA JUGA: HAL-HAL YANG HARUS DAN JANGAN DILAKUKAN MENJELANG PERNIKAHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *